Tingkatkan Kekebalan Tubuh Lansia dengan Vaksin Pneumonia

Reporter:Antara

Editor:Yayuk Widiyarti

Jumat, 12 November 2021 21:19 WIB

 

 

Ilustrasi pneumonia. shutterstock.com

Ilustrasi pneumonia. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Infeksi, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Erlina Burhan, menjelaskan alasan pentingnya vaksin pneunomia untuk menjaga imunitas tubuh lansia. Ia mengatakan pemberian vaksin pneumonia salah satu cara meningkatkan kekebalan tubuh pada lansia dan juga berguna sebagai alternatif untuk mencegah tertular pneumonia.

Vaksin pneumonia baik diberikan kepada lansia karena berkaca dari insiden tahunan pneumonia pada orang tua di Indonesia mencapai sekitar 25-44 kasus per 1.000 orang. Jumlah ini kira-kira empat kali lebih besar dari populasi yang lebih muda. Selain banyak menyebabkan kematian pada anak-anak, penyakit ini juga menyerang orang tua di atas 50 tahun.

Sistem kekebalan mengalami transformasi mendalam seiring bertambahnya usia dan respons imunologis sangat bergantung pada usia. Perubahan yang terjadi pada manusia setelah berusia 50 tahun perlu mendapat perhatian khusus karena dampak klinisnya.

"Konsekuensi yang paling terlihat dari usia lanjut adalah berkurangnya efektivitas sistem kekebalan tubuh," katanya.

Selain memerlukan vaksin pneumonia agar kesehatan tubuh terjaga, lansia juga disarankan untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat, tidak merokok, makan makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan, tidak minum alkohol, cukup tidur atau istirahat, serta menghindari stres.

Kegiatan-kegiatan tersebut dapat mencegah pneumonia yang masuk dalam golongan penyakit menular disebabkan oleh bakteri, jamur, maupun virus di lingkungan tidak higienis. Erlina mencontohkan salah satu penyebab pneumonia dari bakteri, contohnya bakteri Streptoccus pneumonia, memiliki fatalitas selain radang paru-paru, seperti infeksi jaringan otak, infeksi bakteri di dalam darah, infeksi tulang, hingga infeksi lapisan bagian dalam jantung (endokarditis).

Untuk itu diperlukan perlindungan seperti vaksin sehingga dapat mencegah lansia terpapar pneumonia. Mengutip jurnal medis PLoS ONE pada 2017, vaksin pneumonia pada lansia memberikan manfaat seperti lebih sedikit rawat inap karena pneumonia, mengurangi jumlah kunjungan ke dokter, dan penghematan biaya perawatan medis secara langsung.

Selain itu, jika terpapar namun lansia sudah menerima vaksin pneumonia, maka ada keuntungan kesehatan lain, termasuk penurunan morbiditas, mortalitas, nyeri, dan penderitaan penyakit pneumonia. Vaksin pneumonia juga meningkatkan kualitas hidup seperti, produktivitas dan pendapatan, serta mengurangi ketidakpastian dan kecemasan yang menyertainya.

Senada dengan Erlina, organisasi nirlaba Indonesia Ramah Lansia (IRL) turut mendukung vaksinasi pneumonia pada lansia bertepatan dengan momen peringatan Hari Pneumonia Sedunia yang jatuh 12 November ini. Lingkungan yang mendukung, seperti keluarga semaksimal mungkin memberikan akses pola hidup bersih dan sehat bagi para lansia dan jika memungkinkan memberikan orang tua tersebut vaksin pneumonia agar memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik.

ā€œDengan penerapan pola hidup bersih sehat dan melakukan vaksinasi pneumonia, kami berharap masyarakat lansia di Indonesia dapat menikmati kualitas hidup yang baik,ā€ kata Direktur Kampanye Pneumonia dari Indonesia Ramah Lansia, Dwi Endah.

Sumber :
https://gaya.tempo.co/read/1527949/tingkatkan-kekebalan-tubuh-lansia-dengan-vaksin-pneumonia/full&view=ok