Tidak bisa dimungkiri, ketika usia bertambah, banyak fungsi tubuh yang menurun. Hal itulah yang menyebabkan kerja sistem pencernaan tidak seefisien sebelumnya. Otot-otot pun menjadi lebih kaku, lemah, dan tidak efisien. Sel tubuh pun juga tidak beregenerasi secepat saat di usia muda, sehingga jaringan pada sistem pencernaan menjadi lebih sensitif dan mudah mengalami luka. 

Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan gangguan pencernaan yang paling umum dialami oleh lansia. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan orang-orang dari segala usia juga dapat mengalaminya. GERD terjadi saat asam lambung naik ke kerongkongan, sehingga menyebabkan mulas.

Tanda dan gejalanya meliputi mulas, rasa asam, atau pahit pada bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada, dan lainnya. Di samping bertambahnya usia, faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, merokok, dan konsumsi minum-minuman alkohol.